<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tridoso's Weblog</title>
	<atom:link href="http://tridoso.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tridoso.wordpress.com</link>
	<description>Hidup adalah Perjuangan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Mar 2008 02:34:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tridoso.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tridoso's Weblog</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tridoso.wordpress.com/osd.xml" title="Tridoso&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tridoso.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Indahnya memahami hakikat realitas</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/15/indahnya-memahami-hakikat-realitas/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/15/indahnya-memahami-hakikat-realitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 02:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tridoso.wordpress.com/2008/03/15/indahnya-memahami-hakikat-realitas/</guid>
		<description><![CDATA[Hal menarik sekali ketika orang ingin mengetahui tentang hakikat realitas. Bagaimana kita mengetahui bahwa realitas itu benar-benar realitas dan yang lain adalah ketiadaan. Alangkah indahnya dunia jika kita tahu apa yang benar-benar realitas dan yang lain adalah khayalan dan ketiadaan. Maaf, agar tidak mengaburkan penafsiran. saya akan berurut untuk menjelaskan makna dan realitas. Tapi kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=13&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal menarik sekali ketika orang ingin mengetahui tentang hakikat realitas. Bagaimana kita mengetahui bahwa realitas itu benar-benar realitas dan yang lain adalah ketiadaan. Alangkah indahnya dunia   jika kita tahu apa yang benar-benar realitas dan yang lain adalah khayalan dan ketiadaan. Maaf, agar tidak mengaburkan penafsiran. saya akan berurut untuk  menjelaskan makna dan realitas. Tapi kali ini saya akan menjelaskan relitas. Tapi secara sepintas makna segala sesuatu apa yang ada di benak kita. Dan ingat kita belum sampai kepada pemahaman ada atau tidak ada, benar atau salah. Realitas. Apa itu realitas? Apa yang benar-benar realitas? Kita sepakat bahwa &#8220;ada&#8221; dapat memberikan bekas, efek.</p>
<p>Yang menjadi masalah bagi kita adalah yang selama ini kita berkeyakinan bahwa sesuatu/hal yang terindralah yang berefek. Sedangkan jika alat pengukur sebuah efek dengan indra alangkah relatif sebuah kebenaran. Sedangkan kebenaran tidak boleh dua kebenaran harus mutlak satu. jika ada dua kebenaran mustahil harusnya yang satu benar dan yang satu salah.   <span id="more-13"></span>Jika terindra itu benar perhatikan contoh-contoh di bawah ini: Kursi, apakah benar kursi itu ada sebagai realitas mutlak? Tidak,   kursi adalah kayu, plastik,atau bahan lainnya  yang berbentuk sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai alat duduk. Kita memahami itu kursi, tapi secara terindra bukan kursi karna pada   kursi ada kayu dan ada paku. Ingat rumah itu tidak ada tapi yang ada itu jendela, atap, lantai, dinding dan isi rumah. Ingat, tembok itu<br />
tidak ada tapi yang ada adalah tanah, bata dan semen. Ingat anah itu   tidak ada yang ada adalah unsur-unsur tanah. Unsur-unsur tanah itu tidak ada yang ada adalah kumpula atom. Atom itu tidak ada yang ada adalah elektron, proton, dan netron. Elektron, proton, dan netron itu tidak ada yang ada adalah . . . .</p>
<p>carilah sampai anda menemukan hal yang lebih kecil lagi!!! karena &#8220;sesuatu yang terbagi adalah hakikatnya tidak ada, dan yang   ada adalah sesuatu yang tidak dapat dibagi&#8221; rumah dapat dibagi<br />
menjadi jendela, atap, lantai, dll. Yang kita lihat bukan rumah tapi   lantai, jendela, atap. Berarti rumah adalah hayalan kita. dan hayalan adalah ketiadaan.</p>
<p>Contoh ketidak mutlakan indra. Jika kebenaran harus satu. Cobalah anda celupkan tangan kanan anda ke air dingin, dan tangan kiri anda e air dingin. Lalu celupkanlah kedua tangan anda ke air biasa.<br />
Niscaya anda akan merasakan yang berbeda pada kedua tangan anda.   Coba renungkan apakah dalam satu waktu dan satu tempat ada dua kebenaran???? adi yang manakah yang benar-benar realitas? hal/sesuatu yang tidak isa diindra . . . an dalam bahasa saya adalah wujud mutlak, Ada, Being and soon.</p>
<p>Realitas bukan ketiadaan. Ketiadaan merupakan hal-hal yang bersifat  relatif yang membingungkan. Salah satu alat ukur adalah indra. Api realitas adalah sesuatu yang berefek yang benar-benar ada. Dan dengan efeknyalah ada hukum mungkin ada. Yang adanya karena ada. Jika tidak ada maka yang ada tidak akan pernah ada.<br />
Disarikan dari tulisan: Zar Kamal</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=13&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/15/indahnya-memahami-hakikat-realitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pluralisme Seni</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/13/pluralisme-seni/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/13/pluralisme-seni/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 01:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tridoso.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Seni rupa, sebagai sebuah entitas kesenian yang lentur dan terbuka, memiliki sifat dasarnya yang makin hari makin tak terbendung menerima pluralitas nilai-nilai. Hal tersebut semakin menarik untuk dicermati, apalagi ditunggangi oleh berbagai kepentingan arus utama posmodernisme yang mengacu atas nama bagaimana seni rupa dibaca ulang tak hanya sebagai keperluan estetika an sich semata. Ini juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=10&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2">             Seni rupa, sebagai sebuah entitas kesenian yang lentur dan terbuka,              memiliki sifat dasarnya yang makin hari makin tak terbendung              menerima pluralitas nilai-nilai. Hal tersebut semakin menarik untuk              dicermati, apalagi ditunggangi oleh berbagai kepentingan arus utama              posmodernisme yang mengacu atas nama bagaimana seni rupa dibaca              ulang tak hanya sebagai keperluan estetika an sich semata.<br />
Ini juga berlaku dengan makin ditinggalkannya paradigma kuno art for              art shake (seni dicipta sebagai hanya untuk kelangsungan hidupnya              sendiri). Kita bisa menjadi saksi, misalkan sejak tampilnya karya              Duchamp yang menghebohkan dunia di Amerika dengan mengusung kloset              ke ruang pameran untuk menyindir produk budaya masa, atau almarhum              Semsar Siahaan dengan G-8 Pizza-nya mengolok-olok dominasi kelompok              negara-negara utara yang mengeksploitasi dunia berbentuk karya rupa              limas segi delapan dari kardus di Galeri Nasional Indonesia beberapa tahun lalu. </font><span id="more-10"></span><br />
<font face="Arial" size="2">             Belum lagi, dalam kaitannya dengan realitas material, seni rupa              memiliki sifat ambigunya sebagai sebuah produk industri ”life style”              dan mereproduksi makna-makna yang kadang kerap”membingungkan”, namun              toh tetap bisa dikomersialkan. Alih-alih, menyerap fenomena cara              berpikir kesenian Barat, malah menimbulkan terdepaknya seni tradisi              atau semakin tak tersentuhnya seni lokal yang berakar pada              spiritualitas, yang notabene adalah elemen penting tempat              bersandarnya jiwa manusia selain kebutuhan keindahan fisik. Dengan              sifat pluralitasnya itu pula, seni rupa terancam akan bagaimanakah              sifatnya di masa depan yang serba tak terkontrol dan dianggap              sebagai produk yang dianggap ”sah-sah saja” ditampilkan di publik              dalam konsep, misi, format dan bentuk ekspresi apa pun. Tak ada              penentu nilai yang paling sahih dan dijadikan pegangan pasti untuk              mengenalnya sebagai sebuah karya dari budi dan daya insan seni              manusia Indonesia.<br />
Perlu adanya sebuah paradigma khusus yang akan memandu              membedakannya. Maka, di sini dibutuhkan kajian ilmu pengetahuan yang              serius namun kontekstual sebagai jembatan pengertian atas proses              berkesenian yang tak terjerumus pada ”pencanggihan” wacana ataupun              konsep-konsep yang diusung oleh para penggiat seni yang cenderung              memiliki arah ”penyesatan” kepada publik. Untuk menampilkan parasnya              yang utuh dan tak sekedar dipergelarkan, kita mau tidak mau akan              menengok pada bagaimana sejatinya tugas yang diemban oleh kritik              seni rupa kita? Terutama dalam relasinya dengan nilai-nilai              ke-Indonesiaan, hal ini sudah tak bisa lagi ditinggalkan sifat              urgensinya. Mengingat sebagai suatu kebutuhan hidup, seni rupa telah              merambah ke berbagai bidang kehidupan, dan menjadi suatu kebutuhan              yang sama pentingnya dengan kebutuhan lainnya.<br />
Dunia seni rupa Indonesia sudah selayaknya mempunyai nilai-nilai              khusus tersendiri untuk menjawab ini. Mengutip ahli sejarah,              Yudoseputro, bahwa dunia seni secara hakiki pada dasarnya memang              memperlihatkan kandungan persepsi yang luas yang mencerminkan              identitas profilnya yang tidak tunggal sehingga setiap jawaban dari              permasalahannya memunculkan berbagai substansi yang kait-mengkait.<br />
Maka menjadi lazim, jika tuntutan perhatian terhadap kritik seni              rupa dewasa ini tampaknya semakin meluas, dan tidak hanya dimonopoli              lagi oleh lembaga-lembaga yang secara konvensional menyelenggarakan              pendidikan tinggi di bidang seni rupa saja. Perhatian terhadap              kritik seni rupa sebagai suatu masalah ilmu pengetahuan mandiri yang              terelasi dengan disiplin-disiplin ilmu lain, misalnya antropologi,              sosiologi, psikologi, filsafat dan sejarah semakin berkembang.              Maraknya tulisan-tulisan kritik jurnalistik di media massa,              internet, buletin seni rupa dan jurnal khusus yang membahas              fenomena-fenomena yang terjadi di dunia seni rupa Indonesia dengan              sumber rujukan kajian-kajian teranyar semisal culture studies adalah              sebagai bukti.<br />
Kerangka kritik yang diaplikasikan dari sumber berbagai disiplin              keilmuan itu, tentu saja, secara paradigmatik dijaga dengan gugusan              teori, konsep, dan metode yang secara spesial melekat pada konvensi              ilmu yang bersangkutan sebagai acuannya, yakni pendekatan kritik              yang bersifat monodisipliner; yang karena itu sangat monolitik              sifatnya. Dengan demikian, upaya untuk memulai memberikan perhatian              pada kritik seni rupa dengan membuka pintu terhadap ilmu seni              (science of art) dari berbagai disipliner ilmu akan memberi              sumbangsih rumusan paradigma baru yang lentur, luwes, berasas lintas              sektoral, dan multidisiplin. Seni rupa sebagai sebuah gejala seni              yang kompleks dan plural, memerlukan juga kritik seni rupa dengan              kajian perbandingan yang setara dari berbagai disiplin ilmu              pengetahuan.<br />
Pada prinsipnya kajian tersebut memerlukan main theory mendasar, dan              ini berimbas dari hasil studi berbagai disiplin ilmu yang didudukkan              secara bersama. Atau boleh disebut sebagai reaksi atas asas              keterpaduan antar-ilmu yang telah bermetamorfosis ini, berupa              Metateori mandiri yang sekaligus teruji untuk menjadi wawasan mantap              yang dapat memberi tempat utama sebagai alat penguji. Metateori              inilah yang akan menjadi kerangka acuan yang disebut paradigma              kritik seni rupa, yakni sebuah perangkat karakteristik keyakinan dan              prakonsepsi, yang kemudian mencakup komitmen bersama (mind set/cara              berpikir bersama) dalam mengimplementasikannya secara instrumental,              teoretik, bahkan dalam jangkauan metafisik sekalipun.<br />
Dengan pertimbangan di atas, perlu dirasakan urgensinya menyusun              suatu prosedur penelitian dan pengujian terhadap metodologi yang              digunakan dalam penelitian kritik seni rupa yang berkembang ke arah              yang semakin kompleks.<br />
Fenomena tersebut, tampaknya secara serta-merta sejalan dengan              perkembangan dalam disiplin-disiplin ilmu lain, misalnya dalam ilmu              pengetahuan sosial yang menawarkan sejumlah paradigma alternatif              dalam penelitian, dari pijakan filsafat ilmu pengetahuannya yang              bergeser dari posisi positifisme (analisis ilmu pengetahuan alam)              menuju keposisi yang kompleks (dimasukkannya disiplin ilmu-ilmu              humaniora atau bahkan metafisika dalam membedah ilmu pengetahuan              sosial).<br />
Pada akhirnya nanti, kritik seni rupalah dengan pengayaan dari              berbagai inter disipliner ilmu dengan seluruh hasilnya—proyek              penelitian, penerbitan jurnal, tulisan katalog pameran, seminar dan              pendidikan khusus, penerbitan buku sejarah atau filsafat seni              Indonesia, buku pedoman yang menjadi pegangan pelaksana kebijakan              publik seni rupa oleh pemerintah dll—yang akan memberi gambaran              secara gamblang dan tidak bersifat eksklusif terhadap identitas dan              karakteristik yang bagaimanakah anatomi dunia seni rupa kita              sekarang ini, selain bisa menjelaskan seberapa jauhkah pluralitas              yang disandangnya.<br />
Out put dari ”perkawinan-kesetaraan inter disipliner” metode di              atas, sepenuhnya tugas penting dan tanggung jawab bersama di antara              elemen-elemen yang membentuk art world kita, terutama kalangan              ilmuwan seni.<br />
Di antaranya boleh disebut sejarawan seni, kritikus, kurator,              mahasiswa yang memiliki minat pada penelitian kritik seni rupa              ataupun para pekerja seni secara umum dan tentu saja peran              pemerintah untuk memfasilitasi.<br />
Kritik seni rupa menjadi sebuah ”mantra utama” yang terukur dan              menjadi pegangan identitas seni rupa kita. Lebih dari sekadar              digunakan sebagai media ”komentator” berbagai pameran lukisan              parsial berupa tulisan di katalog atau ”akrobat wacana” untuk karya              kontemporer misalnya di berbagai ruang-ruang seni publik. Namun,              secara langsung menjadi sumber utama cara memandang atau berpikir              dalam memahami dinamika pluralitas seni rupa dewasa ini. Semua ini,              tentu membutuhkan energi yang luar biasa dari kita bersama untuk              tanpa henti memperjuangkan keberadaannya.</font></p>
<p>Disadur dari: Bambang AW</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=10&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/13/pluralisme-seni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila bagimu hidupmu berat hari ini</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/bila-bagimu-hidupmu-berat-hari-ini/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/bila-bagimu-hidupmu-berat-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 09:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/bila-bagimu-hidupmu-berat-hari-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Bila hari ini engkau sedang mencemaskan sesuatu, Mengapakah engkau dengan begitu sadar melakukannya ? Adakah kebahagiaan yang ada padamu hari ini bagimu terlalu sedikit, sehingga kau begitu tenang dalam hantaman gelombang kecemasan ? Engkau begitu trampil menguntai kecewa dalam setiap keluh kesahmu, seolah kau begitu bangga dengan keadaan yang sedang engkau keluhkan. Namun, sadarkah engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=8&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila hari ini engkau sedang mencemaskan sesuatu,<br />
Mengapakah engkau dengan begitu sadar melakukannya ?<br />
Adakah kebahagiaan yang ada padamu hari ini bagimu terlalu sedikit,<br />
sehingga kau begitu tenang dalam hantaman gelombang kecemasan ?</p>
<p>Engkau begitu trampil menguntai kecewa dalam setiap keluh kesahmu,<br />
seolah kau begitu bangga dengan keadaan yang sedang engkau keluhkan.<br />
Namun, sadarkah engkau bahwa satu kata saja dari keseluruhan keluhmu hari ini,<br />
telah mengurangkan penghormatan semesta terhadapmu ?<br />
Dan sama saja engkau telah melepaskan parasut di punggungmu yang akan mencegahmu<br />
melesat maju ?<span id="more-8"></span></p>
<p>Bagimu yang sedang berkeluh kesah,<br />
Tidakkah engkau menyadari bahwa dengan beban yang bagimu adalah himpitan berat,<br />
Sang Mahatinggi sedang merencanakan hal besar untukmu ?<br />
Tidak adakah sedikitpun getaran dalam batinmu, bahwa engkau akan menjadi lebih besar,<br />
sekiranya engkau megijinkan jiwamu memikul bebanmu dengan penuh suka cita ?<br />
Namun, bila bagimu beban itu begitu berat,<br />
mengapakah engkau tidak mempersembahkan keluh kesahmu itu ke<br />
hadapan Sang Mahatinggi, yang dengan kelemahlembutanNya akan menyambutmu,<br />
dan memberikan penghiburan bagimu ?</p>
<p>Sang Mahatinggi pun Mahapenyayang,<br />
Tidakkah bapa biologismu pun akan menunjukkan cara menyayangimu dengan hal serupa,<br />
dia akan menuntunmu ke dalam ujian agar engkau menjadi pribadi berkarakter baik,<br />
hingga saatnya tiba, kaupun akan menjadi bapa biologis bagi keturunanmu yang akan<br />
melakukan hal yang sama pada anak – anakmu ?</p>
<p>Bila bagimu hidupmu berat hari ini,<br />
yakinlah bahwa Sang Mahatinggi telah menciptakan semesta yang ramah bagimu,<br />
Dan bila kau sungguh – sungguh yakin, tidak akan ada beban berat yang akan merusakkan<br />
bahumu.</p>
<p>Bila Sang Mahatinggi begitu menyayangi dirimu, tidakkah engkau pun tergerak tuk<br />
menyayangi jiwamu, membebaskannya dari kesia &#8211; siaan ?</p>
<p>Jikakah engkau masih cemas dan berkeluh kesah hari ini &#8230;<br />
Mengapakah engkau tidak mengikhlaskan jiwamu untuk melakukan sebaik – baiknya daya upaya ?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=8&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/bila-bagimu-hidupmu-berat-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila hati tidak terhalang maka hasilnya adalah Cinta</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/bila-hati-tidak-terhalang-maka-hasilnya-adalah-cinta/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/bila-hati-tidak-terhalang-maka-hasilnya-adalah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 09:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tridoso.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Cara terbaik menikmati buah adalah dengan mengupas kulitnya, memakan isinya dan meninggalkan bijinya. Cara terbaik menikmati persahabatan adalah dengan menyingkirkan kejelekan yang ada pada sahabatmu, mensyukuri kebaikannya dan menerima segala kekurangannya. Bergaullah dengan menjadikan dirimu sebagai orang yang paling banyak manfaatnya bagi sahabat2-mu. Bergaullah sehingga keberadaanmu menarik simpati mereka dan kepergianmu dari dunia akan menyebabkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=7&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara terbaik menikmati buah adalah dengan mengupas kulitnya, memakan isinya dan meninggalkan bijinya.</p>
<p>Cara terbaik menikmati persahabatan adalah dengan menyingkirkan kejelekan yang ada pada sahabatmu, mensyukuri kebaikannya dan menerima segala kekurangannya.</p>
<p>Bergaullah dengan menjadikan dirimu sebagai orang yang paling banyak manfaatnya bagi sahabat2-mu.</p>
<p>Bergaullah sehingga keberadaanmu menarik simpati mereka dan kepergianmu dari dunia akan menyebabkan kedukaan dan gugurnya air mata mereka<span id="more-7"></span></p>
<p>&#8220;Bila mata tidak terhalang maka hasilnya adalah penglihatan; bila telinga tidak terhalang maka hasilnya adalah pendengaran; bila hidung tidak terhalang maka hasilnya adalah penciuman; jika mulut tidak terhalang maka hasilnya adalah pengecapan; bila pikiran tidak terhalang maka hasilnya adalah Kebijaksanaan.&#8221;</p>
<p>Kebijaksanaan hadir pada saat Anda melepaskan semua penghalang yang Anda ciptakan sendiri melalui konsep dan proses pembiasaan yang Anda alami.Kebijaksanaan bukanlah sesuatu yang didapatkan; kebijaksanaan bukanlah<br />
pengalaman; kebijaksanaan bukanlah penerapan ilusi yang Anda dapatkan kemarin untuk memecahkan persoalan hari ini.</p>
<p>Kebijaksanaan berarti kepekaan terhadap situasi tertentu, pada orang tertentu, tidak terpengaruh oleh pengalaman masa lalu yang masih melekat dalam ingatan atau oleh sisa-sisa ingatan mengenai pengalaman di masa lalu.</p>
<p>&#8220;Bila hati tidak terhalang maka hasilnya adalah Cinta.&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=7&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/bila-hati-tidak-terhalang-maka-hasilnya-adalah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Super Hero (pun) ogah ke Indonesia</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/super-hero-pun-ogah-ke-indonesia/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/super-hero-pun-ogah-ke-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 08:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/super-hero-pun-ogah-ke-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di ibukota dewasa ini, pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal penawaran kerja kepada sejumlah superhero dari negara paman Sam. Proposal ini menawarkan suatu bentuk kerjasama dimana para superhero diminta kesediaannya untuk bekerja di Indonesia dalam kerjasama dengan Mabes Polri untuk memerangi kriminalitas yang marak terjadi di kota2 besar Indonesia, khususnya Jakarta. Tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=6&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di ibukota dewasa ini,<br />
pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal penawaran kerja kepada<br />
sejumlah superhero dari negara paman Sam.</p>
<p>Proposal ini menawarkan suatu bentuk kerjasama dimana para superhero<br />
diminta kesediaannya untuk bekerja di Indonesia dalam kerjasama dengan<br />
Mabes Polri untuk memerangi kriminalitas yang marak terjadi di kota2<br />
besar Indonesia, khususnya Jakarta.</p>
<p>Tetapi tidak diduga sejumlah besar superhero MENOLAK ajakan kerjasama<br />
ini. Berikut adalah alasan penolakan tersebut, yang mana membuat<br />
Indonesia TERSINGGUNG BERAT&#8230;.<br />
<span id="more-6"></span><br />
1. BATMAN (Bruce Wayne)<br />
Bruce Wayne menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan yang terlalu<br />
dibuat-buat. ALasan beliau adalah<br />
DIA KEBERATAN MENANGGUNG PAJAK IMPOR BAT-MOBILE KE INDONESIA. BAYANGIN<br />
AJA PAJAK IMPOR MOBIL MEWAH YANG SELANGIT, APALAGI UNTUK BAT-MOBIL<br />
YANG SECANGGIH ITU</p>
<p>2. SPIDERMAN (Peter Parker)<br />
Parker juga menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan<br />
DI INDONESIA HANYA ADA SEDIKIT SEKALI GEDUNG TINGGI, YANG MENYULITKAN<br />
DIA UNTUK BERGELANTUNGAN DARI GEDUNG KE GEDUNG. KALAUPUN ADA GEDUNG<br />
TINGGI, JARAKNYA TERLALU BERJAUHAN, SEHINGGA SANGAT MENYULITKAN.<br />
BELUM LAGI SAAT BERGELANTUNGAN, DIA TAKUT KECANTOL KABEL LISTRIK DAN<br />
TELEPON YANG BANYAK BERSERAKAN DI LANGIT2 KOTA BESAR INDONESIA</p>
<p>3. INVISIBLE GIRL (Susan Storm)<br />
Menolak dengan alasan MINDER. Kemampuan menghilang yang dimilikinya<br />
masih jauh kalah dengan kemampuan menghilang orang2 Indonesia. Berikut<br />
wawancara yang dilakukan dengan CNN<br />
SAYA SIH HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SAYA SENDIRI. BANYAK ORANG DI<br />
INDONESIA YANG BUKAN HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SENDIRI, MALAHAN<br />
HUTANG, ASSET2 NEGARA YANG PERNAH DIKUASAI, SAMPAI HUTANG2 KORUPSI PUN<br />
BISA DIHILANGKAN JUGA. JADI SAYA MINDER NIH&#8230;..</p>
<p>4. THE THING<br />
Menolak dengan alasan<br />
DI INDONESIA SUDAH BANYAK ORANG DENGAN KULIT YANG LEBIH TEBAL DARI<br />
SAYA. BUKAN HANYA KEBAL PELURU, MALAHAN SUDAH KEBAL MALU SEGALA.</p>
<p>5. HUMAN TORCH (Johnny Storm)<br />
Menolak juga sama dengan anggota2 Fantastic 4 yang lain, karena<br />
BELUM JUGA MULAI BEKERJA, DIA UDAH MENDAPAT PANGGILAN DARI KEJAGUNG<br />
KARENA DICURIGAI MENJADI DALANG TERBAKARNYA BEBERAPA PASAR DI INDONESIA.</p>
<p>6. THE FLASH (Barry Allen)<br />
Sebenarnya Allen sudah mempertimbangkan untuk menerima proposal ini,<br />
tetapi setelah melakukan survey ke berbagai lembaga pemerintahan dia<br />
akhirnya menolak.<br />
BAYANGKAN AJA, UNTUK MENDAPATKAN TANDA TANGAN KTP AJA ORANG HARUS<br />
MENUNGGU BERHARI-HARI. ITU AJA MASIH SABAR. JADI KESIMPULAN SAYA,<br />
ORANG INDONESIA TIDAK MEMERLUKAN SEORANG SUPERHERO YANG MEMILIKI<br />
KEKUATAN BERUPA KECEPATAN. KECEPATAN TIDAK ADA ARTINYA BUAT BANGSA<br />
YANG ALON2 ASAL KELAKON.</p>
<p>7. SUPERMAN (Clark Kent)<br />
Sang manusia baja ini menolak dengan sopan, karena<br />
SAYA TAKUT DISANGKUTKAN DENGAN TUNTUTAN MELAKUKAN AKSI<br />
PORNOGRAFI/PORNOAKSI KARENA CELANA DALAM SAYA DI DEPAN.</p>
<p>8. AQUAMAN<br />
Merasa tidak kuat setelah mencoba pekerjaan baru di Indonesia, karena<br />
LAUTNYA UDAH TERCEMAR LUMPUR LAPINDO</p>
<p>9. WONDER WOMAN<br />
Pada mulanya, sang peace ambassador dari atlantea ini merasa yakin<br />
bisa membantu pemerintah Indonesia. Tetapi setelah pengamatan lebih<br />
lanjut, dia akhirnya menolak juga dengan alasan<br />
KALO SAYA MATI DI US DALAM MENUNAIKAN TUGAS KAN MASIH BERGENGSI,<br />
DIBUNUH MONSTER / VILLAIN.<br />
DI INDONESIA BISA2 SAYA MATI DIGREBEK FPI GARA2 KOSTUM SAYA YANG SUPER<br />
SEKSI INI.</p>
<p>10 CAT WOMAN<br />
Menolak setelah ketakutan mendengar lagu KUCING GARONG</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=6&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/super-hero-pun-ogah-ke-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Tidak Punya Waktu&#8230;!?</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/kenapa-saya-tidak-punya-waktu/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/kenapa-saya-tidak-punya-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 08:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tridoso.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini saya sedang terkejar deadline untuk membuat presentasi hasil audit yang akan dipresentasikan pada President direktur, dan saat ini seakan waktu yang saya punya tidaklah cukup, padahal Kita semua diberi anugrah oleh Tuhan YME berupa waktu yang sudah ditentukan lama dan tidaknya. Jatah waktu yang kita miliki tak dapat ditambah atau dikurangi.Waktu yang dimiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=5&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini saya sedang terkejar deadline untuk membuat presentasi hasil audit yang akan dipresentasikan pada President direktur, dan saat ini seakan waktu yang saya punya tidaklah cukup, padahal Kita semua diberi anugrah oleh Tuhan YME berupa waktu yang sudah ditentukan lama dan tidaknya. Jatah waktu yang kita miliki tak dapat ditambah atau dikurangi.Waktu yang dimiliki semua orang jumlahnya sama. 24 jam sehari.</p>
<p>Tetapi yang menjadi persoalan bukan lama atau tidaknya kesempatan waktu yang kita miliki, melainkan seberapa pandai kita menggunakan waktu tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain dan alam semesta. Waktu adalah  anugrah yang sangat berharga, jauh lebih bernilai dibandingkan materi sebesar apa pun. Demikian pentingnya waktu yang tak lain adalah nasib dan kehidupan kita sendiri. Bila kita menyia-nyiakan waktu, sama seperti kita mematikan masa depan dan membunuh diri kita secara  perlahan. Oleh sebab itu manfaatkanlah waktu hanya untuk tujuan-tujuan yang positif.<span id="more-5"></span></p>
<p>sukses merupakan hasil dari kebiasaan. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperlancar bagaimana Anda menggunkan waktu, yakni dimulai dengan kebiasaan Anda (kontrol diri). Dan kebiasaan ini dimulai sebagai pembuatan keputusan secara sadar.</p>
<p>Penanaman disiplin akan waktu, menghargai waktu sejak kecil merupakan hal penting. Dengan demikian, ia akan terbiasa untuk mengatur hidupnya secara mandiri dan optimal untuk merencanakan berbagai macam aktivitas.</p>
<p>untuk melaksanakan manajemen waktu yang optimal, memang perlu ditunjang dengan adanya keinginan yang kuat, tindakan yang terus menerus, aktif, lapang dada, penuh optimisme, berpengetahuan luas, mampu memadukan berbagai pemikiran dan mampu mengendalikan emosi</p>
<p>dalam banyak kasus, sukses bukan dihasilkan dari hal yang tak biasa, tapi lebih sebagai hasil dari kemampuan seseorang untuk &#8216;menguasai keduniawian&#8217;. Dengan konsisten menampilkan seluruh tugas penting yang belum sempurna, sejalan dengan waktu aktivitas ini akan berubah jadi pencapaian besar. Berikut beberapa tips sederhana yang dapat diikuti untuk melakukan pengaturan waktu yang lebih baik:</p>
<p>- Jangan Menangguhkan. Lakukan saat ini juga. Saat orang menunda sesuatu, itu berarti membunuh daya gerak pencapaian pada tujuan saat ini dan menghalangi kesempatan di masa mendatang lantaran waktu yang tersumbat. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline untuk tujuan yang harus dicapai. Menghindari deadline terakhir membawa penundaan yang diatur tujuan sebagai perantara untuk mencapai setingkat demi setingkat menuju tujuan.</p>
<p>- Ketahui Aktivitas Anda. Memori adalah penuntun yang payah, jika ini berhubungan dengan menetapkan bagaimana Anda melewatkan waktu Anda. Cara terbaik untuk merekam aktivitas Anda sepanjang hari adalah dengan mendata apa yang Anda lakukan. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam tiap hari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih membangun atau tindakan yang efisiean. Kurangi waktu yang Anda gunakan untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak mengahasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak penting.</p>
<p>- Buat Jadwal yang tepat. dalam memanfaatkan waktu yang efisien, pembuatan jadwal dalam agenda hidup, akan membantu kita lebih efektif dalam mengelola waktu dan mempercepat kita mencapai sukses</p>
<p>- Berkonsentrasi Pada Hasil. Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang hiruk-pikuk, tapi hanya sedikit membuahkan hasil. Itu semua terjadi karena mereka tak berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara efisien dan bekerja secara efektif. Aktivitas dapat memang kadang dapat membebaskan dari tekanan tapi itu tak mencapai tujuan Anda. Dengan lebih berkonsentrasi pada sedikit preoritas &#8216;utama&#8217; secara teratur. Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam waktu singkat.</p>
<p>- Gunakan Waktu Perjalanan Dengan Bijaksana. Sangat mudah untuk mengabaikan waktu yang dilakukan untuk menempuh perjalanan dalam penafsiran manajeman waktu. Pertimbangkan dengan hati-hati apakah ini merupakan waktu yang sesuai dimana Anda dapat juga menggunakannya secara lebih produktif. Sebagai contoh, jika Anda memilih naik bus atau kereta untuk menuju tempat kerja, apakah ini menyediakan kesempatan untuk membuat penggunaan waktu Anda jadi lebih baik? Atau jika Anda nyetir sendiri, apa Anda bisa mendengarkan rekaman pendidikan atau motivasional yang dapat membuat Anda memperbaiki ketrampilan dan lebih produktif</p>
<p>- Bangun Rancangan Aksi. Sebuah rencana tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk mencapai sebuah tujuan dimana fokus utamanya adalah pencapaian tujuan dan langkah untuk mencapainya secara spesifik dari pada hanya membuat tujuan untuk dicapai dalam periode waktu. Kapanpun Anda ingin mencapai sesuatu, buat gambaran gambalng dari rencana tindakan, ini akan memberi Anda kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian itu, dan memonitor progress pencapaian.</p>
<p>- Merespon Dengan Cepat. menyelesaikannya urusan Ketika memungkinkan itu ada, lakukan tindakan pada hari yang sama saat Anda menerimanya. Jangan biarkan  pikiran Anda jadi bertumpuk dengan hal yang tak berguna.</p>
<p>- Bersikap Tegas. Belajarlah berkata tidak pada orang lain. Waktu Anda sangat berharga. Jadi jangan biarkan orang lain menentukan atau memanfaatkan Anda untuk kepentingan rencana mereka. Batasi gangguan sebisa mungkin. Tutup pintu Anda, matikan nada dering telepon atau minta dengan terus terang agar Anda tidak diganggu.</p>
<p>- Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai. Saat Anda mengatur waktu dan bisnis Anda, pastikan untuk menyisihkan saat untuk bersantai.</p>
<p>Dengan kita bisa memanfaatkan atau memanage waktu yang ada kita dapat menciptakan peluang yang lebih besar, peluang untuk usaha lebih baik, peluang untuk beribadah lebih baik, peluang untuk kerja lebih baik, atau peluang menajadi sukses akan dapat di capai lebih singkat jika kita bisa memanfaatkan waktu</p>
<p>Banyak waktu, kesempatan terbuang dengan sia-sia. Banyak potensi yang diabaikan begitu saja. Dan tidak sedikit keterampilan yang dibekukan. Hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan akan tujuan hidup. Tidak tahu mau dibawa kemana raga, pikiran, dan harapan. Sangat disayangkan. Sementara waktu bergulir begitu cepat. Kalau tidak dicari  bersiap-siaplah untuk terlunta-lunta. Tanpa tujuan yang jelas.</p>
<p>Untuk itu,  kita harus sebaik mungkin memainkan hidup. Terampil merebut cita-cita, terampil menyusun rencana, , konsisten, dalam megatur waktu, karena waktu tidak akan bisa berputar kembali, sekali waktu terbuang, tak kan pernah waktu kembali. Lets&#8217; work hard and work wmart.Dengan kata lain, kita harus pandai-pandai meniti di atas titian waktu.</p>
<p>Orang yang sukses dan cerdas memanfaatkan waktu akan dapat mengerjakan banyak hal yang bermanfaat bagi kehidupannya, dan orang malas dan bodoh selalu membuang-buang waktu dengan sia-sia. dimana kah kategoi anda. dan salah satu langkah awal untuk menggapai mimpi adalah anda harus bisa mengatur waktu yang ada.(EA)</p>
<p>Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda: &#8220;Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=5&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/kenapa-saya-tidak-punya-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Power Of Kefefet</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/the-power-of-kefefet/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/the-power-of-kefefet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 08:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/the-power-of-kefefet/</guid>
		<description><![CDATA[Tomi adalah seorang pegawai kantoran yang sedang bernasib apes. Kantornya yang hampir bangkrut melakukan rasionalisasi pegawai. Ia ikut terkena pemutusan hubungan kerja. Padahal, ia merasa di perusahaan itu sudah sangat nyaman. Apa daya. Ia harus jadi pengangguran lagi. Ia pun tak tahu harus ke mana mencari pekerjaan. Sebab, ia hanya lulusan SMA. Yang sarjana saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=4&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Tomi adalah seorang pegawai kantoran yang sedang bernasib apes. Kantornya yang hampir bangkrut melakukan rasionalisasi pegawai. Ia ikut terkena pemutusan hubungan kerja. Padahal, ia merasa di perusahaan itu sudah sangat nyaman. Apa daya. Ia harus jadi pengangguran lagi. Ia pun tak tahu harus ke mana mencari pekerjaan. Sebab, ia hanya lulusan SMA. Yang sarjana saja susah cari pekerjaan, apalagi dirinya yang hanya sekolah SMA, begitu pikirnya.</p>
<p>Di rumah, ia harus menanggung hidup dua anak dan seorang istri. Meski istrinya berjualan sayuran untuk membantu menambah penghasilan, jumlahnya tak cukup. Anaknya sudah sekolah SD. Mereka butuh makan dan butuh biaya sekolah yang tak sedikit. Tomi pun kebingungan. Sebab, pesangon yang diberikan perusahaan jumlahnya hanya cukup untuk hidup tiga bulan.<span id="more-4"></span></p>
<p>Karena tak kunjung mendapat pekerjaan pengganti, ia pun hampir putus asa. Di tengah kebingungannya itu, ia melihat istrinya justru makin banyak mendapat pelanggan. Masakan yang dibuat istrinya rupanya banyak yang suka. Di tengah kegelisahan itu, Tomi pun mendapat ide.</p>
<p>&#8220;Bu, bagaimana kalau mulai besok kamu jualan gudeg saja?&#8221;<br />
&#8220;Memangnya kenapa Mas?&#8221;<br />
&#8220;Kamu dulu pernah masakin aku gudeg enak sekali.&#8221;<br />
&#8220;Terus?&#8221;<br />
&#8220;Iya, aku lihat di kampung ini banyak orang Jawanya. Mereka kan biasanya kangen masakan Jawa. Kita jualan gudeg saja. Siapa tahu masakanmu makin laris,&#8221;harap Tomi.</p>
<p>Dugaan Tomi tak meleset. Gudeg buatan istrinya disukai pedanggan. Makin lama, gudegnya makin laris. Gudeg Yu Tom, masakan istrinya, makin dikenal. Pelan tapi pasti, pelanggannya datang dari mana-mana.</p>
<p>***</p>
<p>Kadang, tanpa kita sadari. Kita hidup dalam garis ketidakpastian. Orang bijak mengatakan hidup ini seperti roda. Kadang di atas, kadang juga di bawah. Karena itu, jangan heran. Jika suatu saat Anda menjumpai orang yang dulunya kaya raya, kini menghilang entah ke mana. Pun, jika suatu saat Anda menjumpai orang yang dua tahun lalu biasa-biasa saja, kini berubah menjadi orang yang berhasil dalam usaha. Kadang, kita juga melihat orang yang sangat sukses jadi pengusaha, justru berawal dari keterdesakan ekonomi, sebagaimana kisah di atas.</p>
<p>Memang, jika kita mau melihat sekitar kita, kejadian seperti itu tak jarang terjadi. Karena kepepet, karena keterdesakan ekonomi, karena keterpaksaan, orang justru menemukan hal baru yang &#8220;menyelamatkan&#8221; dirinya dari keterpurukan. Kalau istilah saya, &#8220;The power of kepepet&#8221; alias kekuatan yang muncul karena keterdesakan kondisi. Bagaimana bisa?</p>
<p>Begini. Kadang, saat akan memulai usaha, ada satu hal yang sering jadi ketakutan banyak orang, yakni kegagalan. Gagal kadang jadi momok yang menakutkan semua orang. Kita takut dicap jadi orang gagal. Orang gagal adalah orang kalah. Hal itulah yang membuat kita selalu mencoba menghindari kegagalan. Kalau bisa, jangan sampai gagal. Begitu juga yang muncul di benak banyak orang jika hendak memulai usaha. Siapa sih yang mau rugi kalau buka usaha? Kita juga akan selalu berusaha menghindari yang namanya kesusahan. Itu adalah fitrah manusia.</p>
<p>Tapi, yang terjadi sudah pasti tidak akan selalu mulus sebagaimana dambaan setiap orang. Ini yang harus disadari tiap orang. Coba, kalau dulu waktu belajar berjalan kita selalu takut jatuh. Barangkali, sampai sekarang kita tidak bisa berjalan. Atau, waktu masa kecil dulu ketika belajar naik sepeda. Berapa kali kita harus terjatuh dan luka agar bisa naik sepeda? Jadi, kita pasti melalui proses belajar dari jatuh, luka, dan gagal itu.</p>
<p>Kalau dianalogikan dengan jatuhnya seseorang ke dalam jurang, mungkin ia akan tersangkut beberapa kali, sampai akhirnya benar-benar jatuh ke dasar jurang. Nah, kalau sudah sampai ke dasar, yang benar-benar dasarnya jurang, apa pilihan dia? Satu-satunya pilihan adalah naik bukan? Sebab, tidak mungkin lagi kita akan jatuh ke tempat yang lebih dalam karena itulah dasarnya jurang. Begitu juga dengan kegagalan. Kalau gagal terus, suatu saat kita akan sampai ke &#8220;jatah&#8221; gagal kita yang terakhir. Kalau sudah begitu, pilihan kita hanya satu, naik alias bersiap menuju sukses.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada Tomi, tokoh ilustrasi cerita tadi. Ia sedang berada dalam jurang kesusahan. Berbagai kegagalan ia alami saat akan melamar kerja. Begitu banyak penolakan yang dihadapi saat ia – yang hanya tamatan SMA – ingin kembali bekerja, guna menghidupi istri dan anaknya. Namun, setelah benar-benar mengalami kesusahan dan ia dalam kondisi yang sangat kepepet, laksana sudah berada di dasar jurang, ia justru &#8220;menemukan&#8221; jalan naik itu. Kondisi kepepet itu justru memberinya ide yang selama ini tak pernah terpikir olehnya.</p>
<p>Memang, dalam kondisi sangat terdesak atau kepepet, orang kadang diberi kekuatan di luar batas yang dimilikinya. Teringat masa ketika saya mengalami bencana gempa bumi dahsyat di Jogja 27 Mei 2006 lalu. Dalam kondisi kepepet, saya melihat tetangga saya sempat mengangkat tembok roboh seorang diri. Jangan kaget pula, jika suatu saat Anda melihat seorang bisa berlari sangat kencang, bahkan melebihi kecepatan atlet pelatnas, jika dikejar anjing. Bagaimana bisa? Ya, sebab, dalam kondisi kepepet, kadang muncul kekuatan yang membuat kita bisa mempunyai kemampuan di luar batas untuk menyelamatkan diri.</p>
<p>Itulah yang saya istilahkan &#8220;The power of kepepet&#8221;. Yah, begitu juga dalam menjalankan usaha. Jika kita terbiasa menghadapi kegagalan, kita justru akan terbiasa pula melihat peluang lain yang kadang tak kita lihat saat sedang dalam kondisi normal. Tentu, kita tidak ingin untuk menemukan ide cemerlang hanya jika dalam kondisi kepepet. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana selalu bisa memunculkan potensi – seperti saat kepepet – setiap saat, meski tidak dalam kondisi terdesak.</p>
<p>Jika tidak dalam kondisi kepepet, barangkali potensi masakan enak istri Tomi hanya akan jadi masakan yang dinikmati keluarganya saja. Namun, dalam kondisi terdesak, ide membuat gudeg ternyata mampu menjadi jalan keluar bagi kesulitan Tomi dan keluarga. Tentu, itu pun harus melalui proses.</p>
<p>Akhirnya, saya punya satu kisah nyata sebagai penutup. Kreativitas yang muncul dari keterdesakan, mampu menjadi jalan keluar masalah. Ini terjadi di Jogja, tepatnya di Kabupaten Bantul. Di sana, ada satu kedai bakmi yang sangat terkenal, namanya Bakmi Mbah Mo. Meski lokasinya terpencil, antrean orang yang akan makan di sana berderet. Mobil-mobil pelanggan yang parkir, berjejer panjang. Alkisah, larisnya warung bakmi itu karena promosi sang pemilik yang cukup unik. Karena sadar lokasinya tak strategis, ia selalu menyambangi warung-warung bakmi yang cukup ramai sembari berpromosi. Setiap kali bertemu orang, ia selalu cerita kalau di Bantul juga ada bakmi enak. Dengan promosi seperti ini, pelan tapi pasti, informasi tentang bakmi Mbah Mo menyebar. Akhirnya, hingga sekarang, meski terpencil, bakmi Mbah Mo tetap ramai dicari orang. Itulah bukti, dari keterdesakan karena keterbatasan lokasi, muncul kreativitas promosi yang jitu. Jadi, seberapa kepepetkah Anda?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=4&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/the-power-of-kefefet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Langkah Awal Menggapai Mimpi</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/langkah-awal-menggapai-mimpi/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/langkah-awal-menggapai-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 04:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tridoso.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan panjang pasti dimulai dengan Langkah awal. Semua kejadian, hal, kebiasaan, peristiwa, dan lain-lain, pasti bermula pada langkah awal yang telah kita perbuat. Dalam menentukan pilihan pun sebenarnya kita telah menentukan langkah awal dalam pilihan yang kita pilih. Karena ketika kita dihadapkan pada dua atau lebih piliha, pilihan-pilihan itu seakan-akan sedang menunggu Anda untuk menginjakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=3&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:verdana;">Perjalanan panjang pasti dimulai dengan Langkah awal. Semua kejadian, hal, kebiasaan, peristiwa, dan lain-lain, pasti bermula pada langkah awal yang telah kita perbuat. Dalam menentukan pilihan pun sebenarnya kita telah menentukan langkah awal dalam pilihan yang kita pilih. Karena ketika kita dihadapkan pada dua atau lebih piliha, pilihan-pilihan itu seakan-akan sedang menunggu Anda untuk menginjakan kaki di masing-masing pilihan tersebut.</span></span><span id="more-3"></span><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:verdana;"></span></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">langkah awal untuk menggapai mimpi adalah keinginan dari dalam diri untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik dan berani melakukan changes management untuk bisa terus beradaptasi dengan adanya perubahan di semua sektor diri.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">awal dari langkah mewujudkan mimpi-mimpi itu adalah dengan memiliki sebuah pribadi yang baik. membuka mata hati demi sebuah cita-cita, melangkah pasti dengan usaha semaksimal mungkin, dan tetapkan satu pilihan untuk satu kemungkinan sebagai satu tujuan kehidupan kita, ingin rasanya memiliki segalanya dan semua anugrah dimana kita bisa melakoni jati diri kita sampai puas, senang bahagia hingga tuntas dan akhirnya kita harus pulang ke kehidupan yang abadi nanti.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Dari hidup yang sekarang ini mari bersama-sama berjalan sedikit demi sedikit walaupun sudah berulang kali terjungkir balik, mari kita menentukan satu titik dan kita lakukan yang terbaik, kita ketatkan tekad dan niat agar bisa melesat sukses, dengan awal membangun pribadi diri kita sebagai dasarnya.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Dimana kita bisa menemukan pribadi diri kita jika kita bisa membuat diri sendiri berharga. Bagaimana kita untuk bisa menjadikan diri ini menjadi berharga ? yang pertama kita harus mengenali diri kita sendiri, Untuk mengenali diri kita sendiri ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">1. Merenung untuk apa kita dan semua manusia di muka bumi ini di ciptakan</span><br />
<span style="font-family:verdana;">2. Mengenali potensi pada diri kita</span><br />
<span style="font-family:verdana;">3. Menyadari kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita</span><br />
<span style="font-family:verdana;">4. Berupaya menggunakan hati nurani kita sebagai pelita hidup</span><br />
<span style="font-family:verdana;">5. Mampu melakukan instropeksi di setiap waktu</span><br />
<span style="font-family:verdana;">6. Mampu menempatkan diri baik secara vertical ataupun horizontal</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">beberapa hal yang harus dilakuakan dalam menggapai mimpi</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">memiliki prinsip hidup yang kuat, dalam hal ini kita harus betul-betul memahami bahwa prinsip hidup itu penting, pasti orang hidup semua memiliki prinsip bukan?, dalam menentukan sebuah prinsip hidupkita kita harus memiliki pandangan bawasannya hidup baru bisa bermakna jika berharga bagi orang lain dan diri kita, dan tidak lupa pula bahwa tanpa campurtangan tuhan YME kita tidak bisa berbuat apa-apa, juga berusaha mendapatkan rejeki yang halal, tanpa di lupakan kita harus bisa menjadi manusia yang mudah memberi maaf.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">memiliki pribadi yang menarik, dimana kita bisa menghargai orang lain dalam hal apapun termasuk pendapat, berpenampilan yang menarik, mampu menampilkan kesan pertama yang baik itu juga sangat penting, point ini juga penting yaitu tidak terlalu merendahkan diri di depan siapapun dan tetap menjaga sopan santun.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">jujur dan mampu menyikapi segala perubahan secara positif, jujur pastinya semua sudah tau kan ? jujur itu adalah modal awal kita untuk meraih mimpi serta pribadi sukses kita , perubahan selalu ada yang positif dan negative dan setiap perubahan itu tidak akan memuaskan semua pihak, kuncinya bagaimana menyikapi segala perubahan tersebut adalah secara positif pasti akan membawa kebahagian hidup dan sebaliknya negative tentu akan membawa sengsara kali ya ? .</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;"> berani mengambil resiko, hidup ini penuh dengan resiko kegagalan adalah awal dari kesuksesan, kita perlu sekali menghilangkan rasa takut terhadap kegagalan itu, hadapi resiko dengan penuh perhitungan dan pertimbangan, untuk meminimalkan resiko kita hendaknya bisa merencanakan kegiatan dengan cermat karena tidak ada kegiatan yang tidakmengandung resiko, maka jika ingin maju hadapilah resiko, karena orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah berbuat sesuatu atau tidak pernah mau ambil resiko</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Dan yang terahir adalah menjaga kesetabilan semangat kerja. Potensi diri seseorang baru akan bisa di rubah menjadi karya jika di sertai semangat yang tinggi untuk menjaga kestabilan tersebut kita harus mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perasaan kita, menurut saya kekecewaan seseorang adalah factor utama yang bisa menurunkan semangat kerja, dan semangat kerja harus muncul dari dalam diri kita secara continyu, niat kerja untuk ibadah, mengelola rasa kecewa, ingin bermanfaat bagi orang lain, dan menyeimbangkan hak dan kewajiban adalah point-point untuk mempertahankan semangat kerja kita.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Dari kepribadian di atas bisa kita terapkan untuk Langkah awal menggapai mimpi tersebut, dan juga tidak lupa bahwa sebenarnya banyak cara untuk kita menggapai impian kita. Setelah kita memiliki pribadi yang semangat selanjutnya kita tinggal melangkah menggapai mimpi kita, janganlah puas atau berbangga hati setelah memiliki segalanya kita terus mencari tepuk tangan atas karya keringat anda, karena itu akan membuat anda menjadi ponggah atau sombong</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">&#8220;langkah awal adalah penentu berhasil tidaknya langkah selanjutnya&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">&#8220;lebarkan sayap dan terbanglah yang tinggi, Gapailah mimpi&#8221;</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=3&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/langkah-awal-menggapai-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/Halo-Dunia/</link>
		<comments>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/Halo-Dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 03:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tridoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=1&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tridoso.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tridoso.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tridoso.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tridoso.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tridoso.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tridoso.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tridoso.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tridoso.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tridoso.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tridoso.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tridoso.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tridoso.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tridoso.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tridoso.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tridoso.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tridoso.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tridoso.wordpress.com&amp;blog=3122396&amp;post=1&amp;subd=tridoso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tridoso.wordpress.com/2008/03/11/Halo-Dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dd7da1c16fbd49a7cb8e39ea26f6319?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tridoso</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
